MASIH DALAM TAHAP REKONSTRUKSI,MAKA DARI ITU ADA BEBERAPA KATEGORI YANG BELUM TERPENUHI!!

STILL UNDER RECONSTRUCTION STAGE---THEN FROM THAT THERE ARE SEVERAL CATEGORIES unfilled!!

Thursday, 30 June 2011

PEMUAIAN

Pemuaian adalah proses yang memperbesar ukuran zat/benda yang massanya tetap.
Macam-macam pemuaian :
1. Pemuaian zat padat
2. Pemuaian zat cair
3. Pemuaian gas

PEMUAIAN ZAT PADAT

Umumnya zat padat akan mengalami pemuaian jika dipanaskan. Pemuaian zat padat tergantung pada 3 faktor yaitu :
1. Panjang awal sebelum dipanaskan
2. Kenaikan suhu
3. Jenis bahan

Macam-macam pemuaian zat padat :
1. PEMUAIAN PANJANG Terjadi pada zat padat yang panjang dengan luas penampang kecil, contohnya batang logam. Untuk mengamati pemuaian panjang pada zat padat dapat menggunakan alat Musschenbroek. Pemuaian zat padat tergantung pada 3 faktor yaitu :
1. Panjang awal sebelum dipanaskan
2. Kenaikan suhu
3. Jenis bahan

RUMUS

image

Koefisien Muai Panjang Adalah bilangan yang menunjukkan besarnya pertambahan panjang tiap 1 meter pada kenaikan suhu 1 K atau 1^0C. Lambang = α (alpha) Satuan = per derajat Celcius (/oC atau oC-1) atau per derajat Kelvin (/K atau K-1)
Tabel Koefisien Muai Panjang

image

2. PEMUAIAN LUAS

Terjadi pada zat padat yang berbentuk lempengan atau keping tipis, misalnya kaca jendela.

RUMUS

image

 

Koefisien Muai Luas Adalah perbandingan antara pertambahan luas terhadap luas awal benda per satuan kenaikan suhu. Lambang = β (beta) Satuan = per derajat Celcius (/oC atau oC-1) atau per derajat Kelvin (/K atau K-1)
3. PEMUAIAN VOLUME Suatu benda padat yang mengalami pemuaian volume akan memanjang, melebar, dan meninggi.

RUMUS

image

Koefisien Muai Volume Adalah perbandingan antara pertambahan volume terhadap volume awal benda per satuan kenaikan suhu. Lambang = δ (gamma) Satuan = per derajat Celcius (/oC atau oC-1) atau per derajat Kelvin (/K atau K-1)

PEMUAIAN ZAT CAIR

Zat cair akan mengalami pemuaian jika ada kenaikan suhu. Zat cair hanya akan mengalami pemuaian volume karena sifatnya yang selalu mengikuti bentuk wadahnya. Pemuaian zat cair lebih besar daripada pemuaian zat padat untuk kenaikan suhu yang sama. Contoh : peristiwa naiknya air raksa pada tabung termometer.

Tabel koefisien muai volume beberapa jenis zat cair

image

PEMUAIAN GAS

Gas akan mengalami pemuaian jika ada kenaikan suhu. Gas hanya akan mengalami pemuaian volume. Dari penelitian Gay-Lussac koefisien muai volume untuk semua jenis gas adalah sama yaitu :

image
Hal-hal yang berkaitan dengan pemuaian gas :
1. Volume
2. Suhu
3. Tekanan

Pemuaian gas dapat terjadi pada dua keadaan yaitu :
1. Pemuaian gas pada tekanan tetap
2. Pemuaian gas pada volume tetap

Koefisien Muai Luas Adalah perbandingan antara pertambahan luas terhadap luas awal benda per satuan kenaikan suhu. Lambang = β (beta) Satuan = per derajat Celcius (/oC atau oC-1) atau per derajat Kelvin (/K atau K-1)
3. PEMUAIAN VOLUME Suatu benda padat yang mengalami pemuaian volume akan memanjang, melebar, dan meninggi.
RUMUS

image

PEMUAIAN GAS  PADA VOLUME TETAP

Terjadi bila suatu gas dalam tempat tertutup dipanaskan sehingga suhunya naik sebesar Δt. Volume udara dibatasi sehingga udara tidak dapat mengembang. Hal ini menyebabkan tekanan udara bertambah sebesar Δp.
RUMUS

image

PERISTIWA PEMUAIAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
1. Termometer Memanfaatkan pemuaian zat cair (raksa atau alkohol) pada tabung thermometer. Pemuaian ini digunakan sebagai indicator (petunjuk) suhu.
2. Mengeling Pelat Logam Umumnya dilakukan pada pembuatan container dan badan kapal besar. Mengeling adalah menyambung 2 pelat logam dengan menggunakan paku keling. Paku keling dipanaskan sampai bepijar kemudian dimasukkan dalam lubang pelat logam. Ujung paku keling itu dipukul hingga melebar. Setelah dingin paku akan menyusut dan menjepit kedua pelat dengan sangat kuat.
3. Keping Bimetal Keping bimetal adalah hasil perpaduan dua keping logam dengan koefisen muai berbeda yang dikeling menjadi satu. Jika dipanaskan akan melengkung ke arah logam dengan koefisien muai kecil. Jika didinginkan akan melengkung kea rah logam dengan koefisien muai besar. Biasa dimanfaatkan pada :
1. Skalar termal  saklar yang bekerja berdasarkan pemuaian termal, contoh : alarm kebakaran.
2. Termostat bimetal  alat untuk mengukur suhu tetap, contoh : pada setrika listrik, pemanas listrik, kompor listrik.
3. Termometer bimetal  termometer yang menggunakan keping bimetal tipis dengan bentuk spiral.
4. Lampu sen motor/mobil  menggunakan keping bimetal untuk memeisahkan dan menggubungkan arus listrik dari baterai ke lampu sehingga lapun dapat nyala-padam.
4. Pemasangan Ban Baja pada Roda Lokomotif Dilakukan dengan cara memanaskan ban baja hingga memuai kemudian dipasangkan pada roda. Setelah dingin ban baja tersebut akan menyusut sehingga menempel sangat kuat pada roda.

MASALAH YANG TIMBUL AKIBAT PEMUAIAN ZAT
1. Pemasangan kaca jendela pada bingkai yang rapat (tidak ada celah) dapat menyebabkan kaca pecah karena kaca jendela akan memuai jika terkena panas (suhu naik).
2. Rel kereta api dapat bengkok (melengkung) jika pada sambungan dua batang rel tidak afa cukup ruang untuk menampung pemuaian rel akibat terkena panas matahari. Ujung sambungan rel akan saling menekan dan menyebabkan rel menjadi bengkok.
3. Pada jembatan layang dibuat celah dari keping baja yang menghubungkan dua lintasan jalan beton untuk tempat pemuaian dan penyusutan jalan beton. Jika tidak ada celah maka jalan layang akan melengkung dan menyebabkan keruntuhan.

Mata Angin / Compass

Mata Angin adalah petunjuk arah yang terdiri dari delapan penjuru yaitu :

  1. Utara : terletak diantara barat laut dan timur laut
  2. Timur Laut : terletak diantara utara dan timur
  3. Timur : terletak antara timur laut dan tenggara
  4. Tenggara : terletak antara timur dan selatan
  5. Selatan : terletak antara tenggara dan barat daya
  6. Barat Daya : terletak antara selatan dan barat
  7. Barat : terletak antara barat daya dan barat laut
  8. Barat Laut : terletak antara barat dan utara

Cara mengetahui arah mata angin adalah :
berpedoman dengan arah matahari terbit dan terbenam
Matahari terbit di Timur
Matahari terbenam di Barat
  • Jika kita menghadap ke arah matahari terbit (Timur) maka sebelah kanan kita adalah arah selatan dan sebelah kiri kita adalah arah utara.
  • Jika kita menghadap ke arah matahari terbenam (Barat) maka sebelah kanan kita adalah arah utara dan sebelah kiri adalah arah selatan.

Suhu dan Rumus Konversinya

 

Suhu adalah ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda.
Suhu dapat diukur dengan berbagai satuan yakni:
Celsius, Fahrenheit, Reamur, atau Kelvin
Masing-masing satuan tersebut memiliki skala yang berbeda (Kecuali antara Celsius dan Kelvin, keduanya memiliki skala 100).
Untuk mengkonversi dari berbagai satuan suhu ini dapat digunakan rumus di bawah ini:

Tabel hubungan antara Skala Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin

PETA

MEMBACA PETA LINGKUNGAN SETEMPAT

image

PETA


Peta adalah gambaran dari permukaan bumi yang digambar pada bidang datar dengan skala tertentu.
Manfaat peta untuk memberikan gambaran suatu wilayah.

Jenis Peta
Berdasarkan isinya peta dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Peta Umum
- peta yang memberikan ketampakan umum suatu daerah
2. Peta Khusus (Tematik)
- Peta yang menggambarkan ketampakan khusus suatu daerah.

Peta Umum terdiri dari :
1. Peta Topografi
- Peta yang menggambarkan bentuk muka bumi lengkap dengan ketampakan unsur budaya seperti jalan, sungai dan kota.
- Umumnya berskala besar
2. Peta Korografi
- Peta menggambarkan ketampakan yang bersifat umum pada daerah yang luas.
- Umumnya berskala sedang.
- Contohnya peta daerah kecamatan, kabupaten, kota.
3. Peta Geografi (Dunia)
- Peta umum berskala kecil sehingga ketampakan terlihat umum atau global.

Peta khusus terdiri dari :
1. Peta pariwisata
2. Peta tambang
3. Peta kependudukan
4. Peta iklim

Komponen Peta
1. Judul Peta Judul peta menunjukkan nama gambar peta dan letak data peta Contoh : Peta Propinsi Jawa Barat, artinya menggambarkan permukaan bumi Jawa Barat
2. Skala Skala adalah perbandingan jarak yang terdapat pada peta dengan jarak sesungguhnya.

Skala di bagi 2 yaitu :
1) Skala Angka  skala yang ditulis dengan angka
Contoh : 1 : 100.000 atau 1/100.000 Artinya : setiap 1 cm jarak pada peta sama dengan 100.000 cm jarak sebenarnya.
2) Skala Garis (tongkat)  skala yang ditulis berupa garis lurus yang terbagi dalam beberapa bagian yang sama besarnya.
Contoh :

image

Artinya : tiap jarak 6 cm pada peta sama dengan 30 km jarak sebenarnya. Jika ditulis dengan skala angka menjadi 6 cm : 30 km = 1 : 500.000
3. Mata Angin Pada peta arah utara selalu menunjuk ke atas. Bentuk mata angin yang terdapat pada peta antara lain :

image

4. Legenda Legenda berisi simbol-simbol sebagai tanda suatu tempat pada peta seperti gunung, kota, jalan, sungai, dsb. Contoh :

image (Sumber gambar : modul online geografi)

5. Garis Astronomi Garis astronomi terdiri dari garis lintang dan garis bujur. Garis astronomi berguna untuk mengetahui letak suatu tempat. Contoh : Indonesia terletak di 6°LU sampai 11°LS dan 95° BT - 141°BT
Garis Lintang Garis lintang adalah garis khayal yang melingkari bumi sejajar dengan garis khatulistiwa. Garis lintang terdapat di utara dan selatan. Garis lintang 0° adalah garis yang melintang di tengah-tengah bumi. Garis lintang 0° disebut garis khatulistiwa. Garis khatulistiwa adalah garis khayal keliling bumi yang menjadi bumi menjadi dua belahan sama besar. Garis lintang yang terletak di sebelah utara garis khatulistiwa disebut garis lintang utara (LU).
Garis lintang yang terletak di sebelah selatan garis khatulistiwa disebut garis lintang selatan (LS).
Garis Bujur Garis bujur adalah garis khayal yang ditarik dari kutub utara ke kutub selatan. Garis bujur ada 2 macam yaitu garis bujur timur (BT) dan garis bujur barat (BB)

ATLAS
Atlas adalah buku yang berisi peta bumi.
Contoh : Atlas dunia  berisi peta berbagai benua dan negara di dunia Atlas Indonesia  berisi peta berbagai pulau dan propinsi di Indonesia
Di dalam atlas terdapat :
1. Daftar Isi Berisi daftar isi atlas termasuk judul peta. Disusun secra urut dari halaman depan sampai belakang. Fungsinya untuk memudahkan dalam mencari halaman peta yang dikehendaki.
2. Indeks Indeks adalah nama tempat atau kota untuk membantu pembaca peta dalam mencari tempat di dalam atlas. Contoh : Kita ingin mencari kota Palembang dalam atlas. Cari dalam indeks P. Di dalam indeks tercantum tulisan P 17 A5 artinya Palembang terletak pada blok halaman 17. Kode A menunjukkan lajur bujur, dan kode angka 5 menunjukkan lajur lintang.

SIMBOL PADA PETA

Simbol pada peta adalah gambar yang menujukkan unsur dari permukaan bumi. Macam-macam simbol :
1. Simbol Titik
Dibedakan menjadi :
a. Simbol Gambar

Simbol gambar adalah simbol yang dilukiskan dalam betduk gambar. Wujudnya mirip dengan yang digambarkan Contoh :

image

b. Simbol Geometrik

Simbol geometrik adalah simbol pada peta yang dilukiskan dalam bentuk gambar bangun matematika. Contoh :

image

c. Simbol Huruf Simbol huruf adalah simbol dalam bentuk huruf atau singkatan kata. Contoh :
P = pulau
Kep. = kepulauan
Peg. = pegunungan
Sel. = selat
Tel. = teluk
Tg. = tanjung

2. Simbol Garis Simbol garis digunakan untuk menggambarkan ketampakan alam yang memanjang. Contoh :

image

3. Simbol Wilayah Simbol wilayah digunakan untuk menggambarkan ketampakan alam yang luas. Contoh :

image

4. Warna Tiap warna dalam peta memiliki arti yaitu :
1. Hijau -> dataran rendah
2. Kuning -> dataran tinggi
3. Coklat -> pegunungan
4. Putih -> puncak gunung bersalju
5. Biru -> perairan (laut, danau, teluk dll)
6. Merah/Hitam -> hasil usaha manusia (jalan raya, rel kereta api dll)

MENGGAMBAR PETA
Ada 2 teknik menggambar peta yaitu :
1. Menjiplak  menempel kertas kosong pada gambar peta yang akan dijiplak. Siapkan bahan yang digunakah yaitu :
1) Peta yang akan digambar
2) Kertas tembus pandang (kalkir)
3) Alat tulis (pensil, pensil warna, penghapus) Tempel kertas tembus pandang pada peta. Beri selotip pada ujung peta agar kertas tidak bergerak. Gambar peta dengan cara menjiplak. Beri simbol-simbol penting. Beri warna sesuai warna peta.

2. Menggunakan Petak-Petak Siapkan bahan yang digunakan yaitu :
1) Peta yang akan digambar
2) Kertas gambar
3) Alat tulis (pensil, pensil warna, penghapus, penggaris) Buat garis-garis melintang dan membujur yang membentuk petak-petak persegi pada peta. Buatlah garis-garis melintang dan membujur yang sama dengan garis peta pada kertas gambar. Gambarlah peta sesuai gambar peta contoh dengan berpedoman pada petak-petak yang sudah dibuat.

GLOBE

Globe adalah tiruan bola bumi dalam ukuran kecil. Kedudukan globe tidak lurus tetapi miring 66,5° sesuai kemiringan bola bumi pada garis orbit. Fungsi globe :
1. Menunjukkan bumi berbentuk bulat
2. Menunjukkan gambar permukaan bumi
3. Menunjukkan gamar garis lintang dan bujur
4. Memperagakan gerakan rotasi bumi
5. Memperagakan terjadinya siang dan malam

KOPERASI

(LEMBAGA EKONOMI YANG BERASASKAN KEKELUARGAAN)
SEJARAH KOPERASI
Koperasi Internasional Pertama kali diusulkan oleh Robert Owen (1771 – 1858). Awalnya berbentuk koperasi pada usaha pemintalan kapas di Skotlandia. Kemudian berkembang ke Inggris, Jerman dan Denmark.
Koperasi Indonesia
1. Zaman Belanda Pertama kali diperkenalkan oleh R Aria Wiriatmadja di Purwokerto tahun 1896. Awalnya berbentuk koperasi simpan pinjam untuk membantu rakyat yang terjerat hutang dengan bunga tinggi kepada rentenir. Kemudian dituru oleh organisasi pergerakan nasional yaitu Budi Utomo dan Sarekat Dagang Islam. Karena Belanda kuatir koperasi menjadi bentuk perlawanan dari rakyat Indonesia maka dikeluarkan undang-undang yang mempersulit pendirian koperasi. Para tokoh perjuangan mengajukan protes kepada pemerintah Belanda. Akhirnya Belanda membuat undang-undang pendirian koperasi baru tahun 1927.
2. Zaman Jepang Tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia dan mendirikan koperasi Kumiyai. Kumiyai berkembang dan kemudian dijadikan alat untuk mengeruk keuntungan Indonesia dan menyengsarakan rakyat Indonesia..
3. Zaman Setelah Kemerdekaan Tanggal 12 Juli 1947 diadakan Kongres Koperasi Indonesia I di Tasikmalaya. Pelopor pergerakan koperasi ini adalah Drs Muhammad Hatta. Selanjutnya Bung Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Dan tanggl 12 Juli ditetapkan sebagai hari Koperasi Indonesia.
KOPERASI DI INDONESIA

image

LANDASAN KOPERASI

image

Lambang KOPERASI

image

image

 

 

 

 

MODAL KOPERASI
1. Simpanan Pokok Simpanan yang harus dilunasi oleh anggota dan tidak boleh diambil selama masih menjadi anggota. Besarnya dan cara melunasi simpanan pokok ditetapkan dalam rapat anggota.
2. Simpanan Wajib Simpanan yang dibayarkan setiap bulan. Ketentuan pengambilan simpanan wajib ditetapkan dalam rapat anggota.
3. Simpanan Sukarela Simpanan yang diberikan oleh anggota yang mau dan mampu. Bersifat sukarela
ANGGOTA KOPERASI Anggota koperasi adalah orang atau badan/lembaga yang ingin bergabung menjadi anggota secara sukarela. Syarat anggota adalah bersedia membuhi kewajiban yang ditetapkan. Kewajiban anggota adalah Melunasi simpanan pokok dan wajib. Hak anggota adalah meminjam uang. Anggota koperasi diharap membeli barang yang disediakan koperasi. Anggota koperasi mengadakan rapat setahun sekali yang disebut Rapat Akhir Tahun (RAT) untuk menetapkan Sisa Hasil Usaha (SHU). SHU adalah keuntungan yang diperoleh dari kegiatan jual-beli atau simpan-pinjam koperasi. SHU dibagikan kepada anggota koperasi.

PERANGKAT KOPERASI
1. Rapat Anggota Merupakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Merupakan aspirasi anggota. Segala kebijakan harus melalui persetujuan rapat anggota. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus dan pengawas diputuskan oleh rapat anggota.
2. Pengurus Merupakan badan yang dibentuk oleh rapat anggota. Memiliki mandat untuk melaksanakan kepemimpinan koperasi baik dalam bidang organisasi maupun usaha. Anggota pengurus dipilih oleh anggota koperasi melalui rapat anggota. Pengurus bertanggung jawab kepada rapat anggota.
3. Pengawas Merupakan badan yang dibentuk untuk melaksanakan pengawasan terhadap kerja pengurus. Anggota pengawas dipilih oleh anggota koperasi melalui rapat anggota. Pengawas berhak mendapat laporan dari pengurus. Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota.

KEGIATAN KOPERASI
1. Menjual barang untuk anggota
2. Membeli barang dari anggota
3. Menyimpan uang simpanan anggota
4. Menyalurkan kredit pengembangan usaha
5. Mengembangkan usaha-usaha yang menguntungkan
6. Menyediakan kebutuhan anggota

TUJUAN KOPERASI
1. Menyediakan kebutuhan hidup anggota.
2. Memudahkan anggota memperoleh modal usaha yang dapat diangsur dengan bunga yang ringan.
3. Membantu mengembangkan usaha para anggota.
4. Menghindarkan anggota dari rentenir (lintah darat) yang meminjamkan uang dengan bunga yang tinggi.
5. Meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pemberian keuntungan (SHU).

JENIS-JENIS KOPERASI
Berdasarkan UU No 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi dikelompokkan menjadi :
1. Koperasi Konsumen
2. Koperasi Produsen
3. Koperasi Kredit (jasa keuangan)
Berdasarkan sektor usaha, koperasi dikelompokkan menjadi :

image

Berdasarkan jenis usahanya, koperasi dikelompokkan menjadi
1. Koperasi Konsumsi Menyediakan barang kebutuhan hidup sehari-hari seperti beras, gula, minyak goreng, dll. Harga barang lebih murah dibandingkan di toko lain.
2. Koperasi Produksi Melakukan usaha produksi. Barang yang dijual adalah hasil produksi anggotanya. Anggota yang memiliki hasil produksi memasok barang produksinya ke koperasi, seperti pakaian, makanan, dll.
3. Koperasi Simpan Pinjam atau Koperasi Kredit Menerima simpanan dari anggota. Memberikan pinjaman kepada anggota yang diperoleh dari simpanan anggota. Pinjaman dan bunganya dapat diangsur. Bunga pinjaman sangat ringan. Koperasi ini sangat membantu kelancaran usaha dari para pelaku usaha.

Berdasarkan keanggotaannya, koperasi dikelompokkan menjadi :
1. Koperasi Sekolah Beranggotakan warga sekolah. Menyediakan kebutuhan warga sekolah seperti buku tulis, pensil, pulpen, dll. Barang dijual dengan harga yang murah.
2. Koperasi Unit Desa (KUD) Beranggotakan warga desa seperti petani dan nelayan. Menyediakan alat-alat atau kepubutan petani atau nelayan seperti bibit, pupuk, jaring, perahu, dll. Membeli hasil bumi dari petani dan tangkapan ikan dari nelayan yang menjadi anggota KUD.
3. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Beranggotakan pegawai yang bernaung di suatu instansi tertentu. Menyediakan segala macam kebutuhan para pegawai yang menjadi anggota KPRI. Contoh : koperasi departemen agama, koperasi guru
4. Koperasi Pensiunan Beranggotakan para pensiunan pegawai negeri. Menyediakan barang-barang kebutuhan anggotanya. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan para pensiunan.

PERBEDAAN KOPERASI DENGAN BADAN USAHA

image

Masyarakat Madani

Istilah masyarakat madani dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah civil society pertama kali dikemukan oleh Cicero dalam filsafat politiknya dengan istilah societies civilis yang identik dengan negara. Dalam perkembangannya istilah civil society dipahami sebagai organisasi-organisasi masyarakat yang terutama bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara serta keterikatan dengan nilai-nilai atau norma hukum yang dipatuhi masyarakat.

Bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan agamis/religius. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di Indonesia, maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga negara yang cerdas, demokratis, dan religius dengan bercirikan imtak, kritis argumentatif, dan kreatif, berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai dengan aturan, menerima semangat Bhineka Tunggal Ika, berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab, memilih calon pemimpin secara jujur-adil, menyikapi mass media secara kritis dan objektif, berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis,berani dan mampu menjadi saksi, memiliki pengertian kesejagatan, mampu dan mau silih asah-asih-asuh antara sejawat, memahami daerah Indonesia saat ini, mengenal cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya.

Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut :

  1. Free public sphere (ruang publik yang bebas), yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul, serta mempublikasikan informasikan kepada publik.
  2. Demokratisasi, yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi, kesetaraan, dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi :
    1. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
    2. Pers yang bebas
    3. Supremasi hukum
    4. Perguruan Tinggi
    5. Partai politik
  3. Toleransi, yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.
  4. Pluralisme, yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus, bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
  5. Keadilan sosial (social justice), yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.
  6. Partisipasi sosial, yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa, intimidasi, ataupun intervensi penguasa/pihak lain, sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab.
  7. Supremasi hukum, yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. Keadilan harus diposisikan secara netral, artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali.

Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia diantaranya :

  1. Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata.
  2. Masih rendahnya pendidikan politik masyarakat.
  3. Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil pasca krisis moneter.
  4. Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatas.
  5. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dalam jumlah yang besar.
  6. Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi.

Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman, pemberdayaan civil society perlu ditekankan, antara lain melalui peranannya sebagai berikut :

  1. Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan.
  2. Sebagai advokasi bagi masyarakat yang “teraniaya“, tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran, kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain).
  3. Sebagai kontrol terhadap negara.
  4. Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group).
  5. Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut, misalnya berupa perjanjian, koperasi, kalangan bisnis, Rukun Warga, Rukun Tetangga, dan bentuk organisasi-organsasi lainnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 

KBw /20' Member Link

Followers

Total Visitor

Free Counter

Comment