MASIH DALAM TAHAP REKONSTRUKSI,MAKA DARI ITU ADA BEBERAPA KATEGORI YANG BELUM TERPENUHI!!

STILL UNDER RECONSTRUCTION STAGE---THEN FROM THAT THERE ARE SEVERAL CATEGORIES unfilled!!

Wednesday, 13 April 2011

Kalimat yang berobjek dan berpelengkap

Dalam bahasa Indonesia dikenal lima sebutan fungsi kalimat, yakni Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), Pelengkap (Pel), dan Keterangan (K). Kelima fungsi kalimat tersebut kedudukannya antara lain, dapat dilihat dalam contoh kalimat berikut.

1. Ayah Alam banyak menulisa buku pelajaran.

S                         P                            O

2. Kaosnya bergambarkan burung merpati.

S                      P                              Pel

3. Kakak membelikan Anto buku pelajaran kemarin sore.

S                 P               O              Pel                               K

Hal yang menarik dari fungsi-fungsi tersebut adalah mengenai pemakaian fungsi objek dan pelengkap. Keduanya selalu berada di belakang predikat. Oleh karena itu, antara keduanya seringkali dipersamakan. Padahal yang sesungguhnya antara keduanya itu memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut dapat dilihat sebagai berikut.

Objek:

1. Kategori katanya berupa nomina atau nominal.

Contoh: Ayah membaca koran. (nomina)

2. Berada langsung di belakang verba transitif aktif tanpa preposisi.

Contoh: Zidane menyundul bola. (aktif transitif)

3. Dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif.

Contoh : Wasit meniup peluit.

Peluit ditiup wasit.

4. Dapat diganti dengan -nya.

Contoh: Adik menyantap makanan.

Adik menyantapnya.

Pelengkap:

1. Selain nomina, pelengkap bisa diisi oleh verba atau adjektiva.

Contoh: a. Adik bermain bola. (nomina)

b. Kamu suka berenang. (verba)

c. Bajunya berwarna hijau. (adjektiva)

2. Berada di belakang verba semi transitif disintransitif dan dapat didahului oleh preposisi.

Contoh: a. Mereka bermain tenis. (semi transitif)

b. Ayah memerintahkan kakak bersenam pagi. (dwitransitif)

c. Ibu berkata bahwa ayah belum pulang. (bahwa=preposisi)

3. Tidak dapat dijadikan bentuk pasif.

Contoh: Adik bermain bola basket.

Pel

Bola basket bermain adik. (?)

4. Tidak dapat diganti dengan -nya, kecuali didahului oleh preposisi.

Contoh: Negara ini berlandaskan hukum.

Negara ini berlandaskannya. (?)

Kedudukan objek dan pelengkap perlu dibedakan karena keduanya memiliki fungsi yang berlainan. Objek berfungsi sebagai sasaran perbuatan subjek, sedangkan pelengkap berperan sebagai penerang (suplemen bagi predikat).

Untuk lebih jelasnya, perbedaan objek dan pelengkap adalah sebagai berikut.

1. Objek diperlukan setelah kata kerja yang berawalan me (N)-, sedangkan pelengkap umumnya diperkirakan setelah kata kerja yang berawalan ber- atau ke-an.

Contoh: a. Edwin menanam pohon jagung. (pohon jagung=objek)

b. Malam ini bermandikan cahaya. (cahaya=pelengkap)

2. Objek dapat dijadikan subjek dalam kalimat pasif, sedangkan pelengkap tidak.

Contoh: a. Edwin menanam pohon jagung.

S                P                     O

b. Pohon jagung ditanam Edwin.

S                       P             O

3. Objek berupa kata atau frase benda, sedangkan pelengkap dapat berupa kata/frase benda, kerja atau sifat.

Contoh kalimat berobjek:

a. Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini hingga selesai.

b. Saya pasti akan memaafkan dia seandainya dia itu mau mengakui kesalahannya.

c. Farida sedang membaca majalah dan adiknya bermain catur.

Contoh kalimat berpelengkap:

a. Rumah koruptor itu berjumlah dua puluh buah.

b. Dia berpendapat bahwa ekonomi negara akan membaik.

c. Nasi telah menjadi bubur.

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 

KBw /20' Member Link

Followers

Total Visitor

Free Counter

Comment