MASIH DALAM TAHAP REKONSTRUKSI,MAKA DARI ITU ADA BEBERAPA KATEGORI YANG BELUM TERPENUHI!!

STILL UNDER RECONSTRUCTION STAGE---THEN FROM THAT THERE ARE SEVERAL CATEGORIES unfilled!!

Thursday, 28 April 2011

KONSEP MANAJEMEN PROYEK

1. Spektrum Manajemen
Manajemen proyek Perangkat Lunak (PL) yang efektif berfokus pada 3 P, dimana
harus berurut yaitu
1.1 People ( Manusia)
SEI telah mengembangkan suatu model kematangan kemampuan manajemen manusia
(People Management Capability Manurity Model ( PM – CMM ) ) untuk
mempertinggi kesiapan organisasi PL dalam membuat aplikasi yang semakin kompleks
sehingga menarik, menumbuhkan, memotivasi, menyebarkan dan memelihara bakat yang
dibutuhkan untuk mengembangkan kemapuan mengembangkan PL mereka.
Model kematangan manajemen manusia membatasi pada :
Rekruitmen
Seleksi
Manajemen unjuk kerja
Pelatihan
Kompensasi
Pemgembangan karir
Desain kerja & organisasi
Perkembangan karir tim / kultur

Manusia dalam pengembangan PL terdiri dari :
A.Player (Pemain)
- Manajer Senior :menentukan isu bisnis yang mempengaruhi dalam proyek
- Manajer Proyek : merencanakan, memotivasi, mengorganisir, mengontrol
aplikasi/produk
- Pelaksana : mempunyai ketrampilan teknik untuk merekayasa aplikasi
- Pelanggan : menentukan jenis kebutuhan bagi PL yang akan dibuat
- Pemakai : akhir yang berinteraksi dengan PL yang dibuat
B.Team Leader (Pimpinan Tim)
Manajemen proyek merupakan kegiatan manusia intensif sehingga memerlukan
praktisi yang cakap.
Model Kepemimpinan (MOI yaitu Motivasi, Organisasi, gagasan & Inovasi) menurut
Jerry Weinberg Karakteristik yang menentukan manajer proyek efektif yaitu :
- Pemecahan Masalah            - Prestasi
- Identitas manajerial               - Pengaruh & pembentukan tim

C.The Software Team ( Tim PL)
Sumber daya manusia kepada sebuah proyek yang akan membutuhkan n manusia yang bekerja selama k tahun , ada beberapa alternatif untuk menentukan sumber daya tersebut :
- n orang mengerjakan tugas fungsional berbeda sebanyak m dengan sedikit
kombinasi kerja & koordinasi tanggung jawab manajer proyekk                                    - -n orang mengerjakan tugas fungsional berbeda sebanyak m (m<n) , seorang
pemimpin tim ad hoc dapat dipilih, koordinasi bertanggung jawab manajer PL
- n orang diatur di dalam tim , setiap orang mengerjakan >= 1 tugas fungsional,
setiap tim mempunyai sebuah struktur spesifik yang ditentukan untuk semua tim
yang bekerja pada sebuah proyek, koordinasi dikontrol oleh tim itu sendiri dan oleh
manajer proyek PL (sistem ini paling produktif)

Mantei, mengusulkan 3 organisasi tim yaitu:
  1. Demokrasi terdesentralisasi (DD)
    Tidak memiliki pimpinan permanen dan koordinator dipilih untuk tugas pendek bila
    tugas berbeda maka pimpinan berbeda. Keputusan diambil oleh konsensus kelompok dan komunikasi secara horizontal
  2. Terkontrol terdesentralisasi (CD)
    Tim memiliki pimpinan tertentu dan memiliki pimpinan skunder untuk sub-sub
    masalah. Pemecahan masalah merupakan aktifitas dari kelompok dan implentasi
    pemecahan pada sub-sub kelompok. Komunikasi antar kelompok dan orang bersifat horizontal tetapi komunikasisecara vertical berjalan bila hirarki kontrol berjalan .
  3. Terkontrol tersentralisasi (CC)
    Pemecahan tingkat puncak dan internal tim oleh pimpinan tim. Komunikasi dilakukan secara vertical.
7 faktor proyek yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan tim RPL yaitu :
  1. Kesulitan pada masalah
  2. Ukuran program yang dihasilkan (LOC / function)
  3. Waktu tim (umur)
  4. Tingkat dimana dapat dimodularitasi
  5. Kualitas serta keandalan
  6. Kepastian tanggal penyampaian
  7. tingkat sosiabilitas / komunikasi
Constantine, mengusulkan 4 paradigma organisasional bagi tim RPL:
  1. Paradigma Tertutup : Membentuk hirarki otoritas tradisional ( mirip tim CC) tetapi
    kurang inovatif
  2. Paradigma Random : Membentuk tim longgar & tergantung pada inisiatif individual
    tim, untuk inovasi sangat baik(unggul) bila unjuk kerja tim teratur.
  3. Paradigma Terbuka : Membentuk tim dengan cara tertentu sehingga banyak kontrol,
    inovasi banyak . Cocok untuk masalah yang kompleks tetapi tidak seefesien tim
    lainnya
  4. Paradigma Sinkron Mengorganisasikan tim untuk bekerja pada bagian-bagian kecil
    masalah dengan komunikasi aktif pada tim
D. Coordinatian & Communication Issue (masalah koordinasi & komunikasi)
Proyek PL mengalami kesulitan dikarenakan :
- Skala usaha pengembangan yang besar sehingga kesulitan dalam mengkoordinasi
anggota tim & Kompleksitas yang semakin besar
- Ketidakpastian mengakibatkan perubahan terus menurus pada proyek
- Interoperabilitas merupakan ciri dari sistem dan menyesuaikan dengan batasan sistem
1.2 Problem / Product
Analisis yang mendetail mengenai kebutuhan PL akan memberikan informasi untuk
menghitung perkiraan kuantitatif & perencanaan organisasi. Tetapi itu sulit karena
informasi yang diberikan customer tidak lengkap.
Ruang lingkup masalah dibatasi dengan :
  • Konteks : PL yang dibangun memenuhi sistem, produk / konteks bisnis yang lebih
    besar serta batasan yang menentukan hasilnya
  • Tujuan informasi : Objek pelanggan yang dihasilkan sbg output dr PL yang dapat
    digunakan sebagai input
  • Fungsi & unjuk kerja : PL digunakan untuk mentransformasikan input menjadi output Pernyataan ruang lingkup dibatasi (data jumlah pemakai simultan, ukuran pengiriman, waktu mak respon ), batasan /& jangka waktu dicatat (biaya produk membatasi jumlah memori) & factor mitigasi (algoritma yang dibutuhkan software aplikasi (pemograman))
Dekomposisi Masalah / pembagian masalah diterapkan pada :
- Fungsionalitas yang disampaikan
- Proses yang dipakai

1.3 Process
Proses PL memberikan suatu kerangka kerja dimana rencana komprehensip bagi
pengembangan PL yang dapat dibangun dengan :
  • Sejumlah kumpulan tugas yang berbeda, kemampuan penyampaian & jaminan kualitas
  • Aktifitas pelindung, jaminan kualitas PL, manajemen konfigurasi PL & pengukuran
    Tahap process ini berhubungan dengan metode pengembangan perangkat lunak.
1.4 Proyek
Merupakan Penggabungan semua kerja untuk membuat produk menjadi kenyataan.
proyek terkadang mengalami kesulitan dikarenakan :
  1. Kemajuan mengalami kecacatan
  2. Tidak ada cara untuk mengkalibrasi kemajuan karena tidak memperoleh matrik
    kuantitatif
  3. Rencana proyek belum dirancang untuk mengakomodasi sumber daya yang
    diperlukan pada akhir sebuah proyek
  4. Resiko-resiko belum mempertimbangkan secara eksplisit serta belum dibuat
    rencana untuk mengurangi, mengatur & memonitor
  5. Jadwal yang ada tidak realistis & cacat
Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan waktu pada awal proyek untuk
membangun rencana yang realistis guna memonitor rencana proyek selama berjalan &
pada keseluruhan proyek serta mengontrol kualitas serta perubahannya.

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 

KBw /20' Member Link

Followers

Total Visitor

Free Counter

Comment